buku-buku kenangan

keris si acung. susah juga mencari buku ini. tapi alhamdulillah akhirnya ketemu juga. dalam rangka melengkapi buku kenangan.





nah buku yang ini masih dicari. semoga cepat ketemu












2
(Baca Selengkapnya)

dongeng tentang waktu

 
Photobucket
dongeng tentang waktu selalu menarik dan tak terlupakan. masih kecil dulu, saya pernah baca dongeng ini versi indonesia di majalah ananda
Photobucket

2
(Baca Selengkapnya)

Yesterday Was a Broken Day

Photobucket
yesterday was a broken day
Watcha, Sorry I called it like that. Beginning story start from the morning I went to my office. Theres a scracth on my rear motor tire. It look alike a scracth on a broken rubber tire which didn’t use for along time. As all the devils and demons know, I riding my motor all the time. So I think, it is not possible for happen to my tire.

It cost me for almost two hundred thousand rough cut from my salary. I can imagine people may go to heaven if that money they give to poor or orphans.
(Baca Selengkapnya)

dan dia ingin...

Photobucket
alone in universe
dia ingin naik ke puncak menara. dan melompat

dia ingin memacu sepeda motornya, hingga melesat, biar ketika dia memejamkan mata … semua akan terlupa.

dia ingin menyudahi semua ini dengan suatu drama yang indah.

meski drama itu hanyalah fragmen sepersekian dari seperkian detik

dia telah lelah mengarungi hidup yang terus menghempaskan, melumatkan. dia ingin menyerah dari segala pertarungan. ia ingin melemparkan handuk putih, dan keluar dari arena. dia tak perduli, apakah penontoh akan menyumpah atau meludah. semua yang diperjuangkannya kini mungkin hanyalah sesuatu yang sia-sia.

dia telah frustasi memanggil “tuhan tuhan”. dia seperti afrika yang ditinggalkan tuhan, begitu kerontang.

Photobucket
if your life like a little piece of paper
hati yang dipercaya sebagai benteng terakhir yang akan membela dirinya sendiri pun telah berkhianat. jadi, siapa yang lebih hina daripada dicundangi dirinya sendiri. oleh hati dan otak. oleh logika dan rasa. maka kesadaran yang dia pegang teguh, kini seperti bendera tanpa warna. jikapun dapat dikibarkan, apa masih mempunyai makna.

dia melihat sosok dirinya, wujud hatinya, begitu tirus dan kurus. begitu kuyu dan nestapa. setelah berkutat dengan prasangka baik dan buruk terus berganti-ganti. kini dia tertawa sendiri. jika tuhan dapat didekapnya. ia ingin memeluk kaki nya. menangis dan memohon agar boleh berhenti dan menyerah tanpa mendapat murkanya…
(Baca Selengkapnya)

tentang semesta

Photobucket
whereare really you?
pernahkah membayangkan.

mungkin semesta tempat kita ini hidup. planet-planet. bintang-bintang. tatasurya. kumpulan galaksi. semua ada dalam satu tubuh mahluk yang lebih besar. kita dan segala mahluk di alam ini seperti kuman yang tinggal di dalam sel tubuh manusia. semestanya adalah ruang yang tak pernah dia tau dimana batasnya.

dan mahluk besar tempat kita tinggal itu, menempati semesta yang sesungguhnya juga sel dari mahluk yang lebih besar darinya...

****

memangnya kamu pikir, pikiran kamu itu hasil produksi otakmu sendiri?
memangnya keinginan kamu itu betul-betul sesuatu yang kau inginkan?
memangnya memangnya keberhasilanmu itu hasil usahamu sendiri?
memangnya harta benda, anak istri yang kau cintai dan cinta yang kau dan mereka miliki, adalah murni milik kalian sendiri?

itu hanya sensasi, yang ditaruh di lubuk hatimu, yang ditanam di pikiranmu.

dan apa yang kau sentuh. apa kau yakin itu betul-betul nyata?

itu hanya sensasi, yang diprogram pada inderamu, lalu disampaikan ke otakmu, lalu mesin dalam otakmu menerjemahkan menjadi sesuatu yang pikir pahami.

kimia ini
fisik ini

semua hal-hal yang kau sentuh itu, apa kau yakin betul-betul ada. tidakkah kau pernah berpikir itu semua mungkin sejatinya tak pernah ada. kau diberi mimpi, agar kau menganggap kenyataan itu ada. kau diberi imajinasi, agar kau merasa semua yang kau sentuh adalah realiti. kau diberi kegelapan agar kau merasa bahwa terang adalah cahaya. kau diberi sesekali sakit agar kau bisa merasa rasa nyaman itu nyata. kau diberi takut agar kau meyakini rasa aman itu perlu. kau diberi rasa pahit agar kau dapat menikmati manis asam dan asin. kau diberi hampa agar kau bisa merasakan cinta

Photobucket
who are really you?
kau pikir dirimu telah belajar. sebetulnya kau tak pernah melakukan apa-apa. kau pikir telah mencapai. sebenarnya kau tak pernah sampai dimana pun. kau pikir dirimu ada. mungkin sesungguhnya dirimu pun tak pernah ada.

, kita ini wayang

****

barangkali kita, manusia, adalah makhluk kesekian dari bermilyar atau bertrilyun kian yang pernah tuhan ciptakan. dan tuhan akan menciptakan makhluk demi makhluk lain setelah kita dimusnahkan. barangkali ada semesta lain, dimensi dan ruang lain, tempat tuhan menciptakan semesta-semesta lain.

tuhan dengan waktu nya yang tak bertepi, dengan wujudnya yang tak menempati dimensi.
(Baca Selengkapnya)

"If you see someone without a smile, give him yours" June Allyson

This part of my life that I called as "Addicted to classic movie"

PhotobucketApa sih enaknya nonton film klasik? Film sekarang begitu banyak dan beragam, ada yang warnanya begitu nyeni, ada yang sudut pengambilan gambarnya artistik, ada yang efeknya terasa begitu real. Ada yang dibuat begitu canggih. Ini kok malah milih nonton film klasik yang serba apa adanya. Film yang warnanya pun kadang seperti dikrayon, atau malah masih hitam putih, atau film hitam putih yang discreen ulang dengan tambahan warna. Film dengan kamera tunggal yang cenderung statis. Kok betah amat ya?

Yak itu juga pertanyaan saya ama Mbak Ina yang doyan ama film klasik.

Rasanya sudah belasan tahun saya nggak nonton film klasik. Mungkin jaman saya nonton film-film jenis ini adalah jaman TVRI. Film seri little house in the prairie, High The Way To Heaven pokoknya jaman tahun 80 an deh. Yah nonton karena terpaksa karna gak punya pilihan. Haha.

Barangkali ini bermula karna saya sedang bosan dengan film-film Hollywood saat ini yang rasa-rasanya udah kehabisan ide. Temanya itu-itu aja. Betul-betul bikin jenuh. Kalo nggak remake film lama, filmnya komedi-romance yang vulgar. Sementara yang lainnya kalo nggak menonjolkan teknologi, film-film yang banyak bermunculan bertema slasher. Satu dua sih nonton masih oke, tapi kebanyakan kok jadi muak. Sepertinya yang psikopat itu bukan tokoh dalam film, tapi produser dan sutradaranya.

Maka iseng-iseng saya pun coba menonton film yang rada jadul : Breakfast At Tiffany’s.

Ya, film ini ceritanya khas hollywood banget. Temanya biasa, barangkali akting Audrey Hepburn yang membuat film ini menarik. Audrey emang natural. Rasanya itu daya tarik film-filmnya. Baru-baru ini saya denger film Breakfast At Tiffany’s ini dimasukan ke dalam National Film Registry oleh US Library of Congress karna dianggap memberikan peranan yang signifikan dalam sejarah budaya dan perfilman Amerika.

Trus saya cari-cari film Audrey yang lain. Dapatlah My Fair Lady dari youtube yang versi HD, ha saya lagi beruntung. Filenya berukuran besar, jadi harus sabar donlotnya. Saya mulai dapat chemistry nonton film jadul. Memang beda atmosfirnya. Ada sesuatu yang nggak saya dapatin dari film-film sekarang, meskipun film itu bersetting oldis. Entahlah apa namanya.

"Coba nonton Little Women deh, Rang. Bagus banget tuh" Saran Mbak Ina.

PhotobucketOk. Saya searching… you know, internet emang gila. Nyaris segala sesuatu yang berbentuk digital ada di sana. Bahkan film dari tahun 1900an. Meski rada susah akhirnya ketemu. Nyari fim dan lagu akhir-akhir ini memang rada susah karena UU SOFA dan PIPA. Sejak FBI menyeret megaupload.com ke pengadilan, banyak situs hosting file pada mengkeret. Mediafire, Rapidshare, fileupload. Netsonic, dll secara berkala mencari dan mendelete file-file video dan musik yang diduga illegal. Jadi begitu banyak link-link yang almarhum. Sampai-sampai baidu.music tempat donlot lagu bermarkas di china menghentikan layananan donlotnya buat netter beberapa negara termasuk Indonesia.

PhotobucketTapi tenang, orang gila di internet masih banyak. Makanya saya tetap dapat film klasik Little Women yang legendaris ini…hehehe ketiga-tiganya, tahun 33, 49, 94. Komplit.

Film Little Women diangkat dari novel Louisa May Alcott. Novel ini semacam autobiograpy kehidupan dia ketika remaja bersama tiga saudaranya. Ya seperti Little House In The Prairie-nya Laura Ingalls Wilder, atau semacam Laskar Pelanginya Andrea Hirata. Yah, pokoknya semacam itulah…

Novel ini sudah diangkat ke layar lebar 3 kali. Pertama tahun 1933 yang dibintangi Katherine Hepburn dkk, kedua tahun 1949 yang dibintangi June Allyson dkk, ketiga tahun 1994 dimainkan oleh Wynona Rider. Dari ketiga film tersebut, yang paling catchy di hati saya film tahun 1949. OMG, Saya sampai jatuh hati ama karakter Jo yang diperankan June Allyson. Anjrit gara-gara film ini saya jadi ngefan banget ama June Allyson, dan mencari film-film dia yang lain.

Menurut saya sih June Allyson nggak gitu cantik, namun karakter Josephine yang dia mainkan dengan sophisticated membuat saya sangat kesengsem…haha. Apalagi denger smoky voicenya, betah dah denger dia ngomong apa aja seharian juga. Sumpah, sexy banget suaranya hahaha (padahal kalo dia masih idup sekarang umurnya udah 94 tahun. Udah kayak Rose tua dalam film titanic)

Jujur aja saya suka film-film begini. Film tentang hal-hal sederhana dalam kehidupan, namun bikin hati anget dan tentram.

Secara keseluruhan saya suka semua karakter dalam film ini, keempat pemain June Allyson, Elizabeth Taylor, Janet Leigh, Margaret O’brien tampil dengan akting yang solid. Memang yang paling menonjol adalah June dan Margaret yang memainkan Jo dan Beth. Margareth O’brien walau saat itu masih remaja namun karakternya sangat kuat. Bahkan June Allyson sampai menangis betulan hingga nggak bisa nyetir pulang ke rumah karena beradu akting dengan Margaret. June begitu tersentuh dengan karakter Beth yang dimainkan Margaret. Coba bayangkan, bisa-bisanya saya sampai baca trivia ini dari imdb.com, watdehek?!

Saya juga baru sadar waktu mainin peran itu, June Allyson umurnya udah 32 tahun. Buset, entah karena berhasil dengan aktingnya, entah karena tampangnya yang imut, saya betul-betul nggak nyangka June Allyson setua itu.

PhotobucketBy the way, diantara ketiga film itu, yang paling kurang greget menurut saya film tahun 94 yang diperankan Wynona Rider. Bingung juga sih, soalnya yang main bintangnya bagus-bagus. Selain Wynona ada Claire Danes, Kirsten Dunst, Samantha Mathis, Trini Alvarado dan Christian Bale. Tapi tetap aja rasanya lain. Kayak nonton film lain bukan film Little Women.

Setelah menonton film demi film. Rasanya saya semakin tergila-gila saja. Sekarang saya sedang memburu film-film klasik lain hahaha…
(Baca Selengkapnya)

watching over you...

what thing could bring your memory throught the time back to the past? smell of thing? taste a food? or… hear a song?

allright, i just want to talk ‘bout the song. the song which reminds me for my past time. the song from my chilhood going to teen. i always hear this song, before sleep. (hehehe… suck sentimental feeling i have). in the very early morning (about 1 o’clock am). one of radio station in jakarta always broadcast this song before ended its broadcasting. if u, people, have a bloom youth years in jakarta, about 1985-1990, might know what station radio i mean. ok, you damn right, eskawan! the station radio is suara kejayaan.

this song was a trademark for that radio’s station. honestly, for years i ‘ve never knew the true title of this song. once ever i asked by phone to the radio. operator said that the title of this song is “goodnight”, and the singer emerson lake palmer. ye yeah… wrong info sucessfully perverted me for years, from finding the song in store cassette shelf. as u know, at that time. internet was far from present in world. internet still formed as fetus in the pouch of its mother, aparnet. the era search and find in search engine was not born yet.

i never blame that operator for give me missinformation. this song is quiet old, and not familiar for common people. in indonesia elp was not popular band. ‘not like beatles or beegees. lake and sinfield mastered this song in 1977. and put it in the work volume 2, the band sixth album. coincidentally at the sixth track too.

dunno. why i longing for this song. the feeling bring my finger to type few words in google bar. the result… yeah, i got it. i got torrent that keeps this song in its server. some crazy like me has slipped it between tons of files. it’s bundled in its original album, work vol 2. i just download one song. that song. watching over you. you know what i feel at that time? feels like meet the one that we miss so much. couldn’t be describe in words.

suara kejayaan. or sk. was still on 846 am *) at that time. u might wonder why i could remember its broadcast’s station frequency. i don’t googling. even google don’t know, i think. its purely from my mind. who can forget “eske-eitforsix!” “eske-eitforsix!” the radio anouncer or ad always mention that repeadly like hitler yell “kill the jews. kill the jews” hehehe just kidding. sk, dunno, where fate has blew its destiny, i never heard that station’s radio again…




----
any article is suspended coz complained by anyone
(Baca Selengkapnya)

Postingan Lebih Baru Beranda